Rabu, 17 Desember 2008

manajemen kesehatan ( ilmu ekonomi kesehatan )

ILMU EKONOMI KESEHATAN

1.Penjelasan Topik Mata Kuliah
2.Pengenalan Ilmu Ekonomi; Ilmu Ekonomi
Kesehatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat
3.Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi Kesehatan
4.Sejarah perkembangan Ilmu Ekonomi
Kesehatan
Oleh Denas Symond
Hand out: MK Ilmu Ekonomi Kesehatan
Prodi S-1 Keperawatan Fakultas Kesehatan MIPA
UMSB

Topik: ILMU EKONOMI KESEHATAN
1.Pengenalan Ilmu Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Kesehatan
2.Kaitan Berbagai Aspek Penerapan Ekonomi Kesehatan
dan Berbagai Kajian Dalam Ekonomi Kesehatan
3.Penerapan Ilmu Ekokes dalam sektor Kesehatan
4.Sejarah Perkembangan Ilmu Ekokes
5.Ciri-ciri khusus Sektor Kesehatan
6.Demand dan Supply
7.Timgkah laku konsumen
8.Cost Analysis Puskesmas
9. Cost Analysis RSU
10.Kritikal Analysis Pembiayaan Kesehatan di Kab/Kota

ALASAN MEMPELAJARI ILMU EKONOMI KESEHATAN

1. KEPENTINGAN EKONOMIS:
Dalam menentukan apa yang akan diadakan untuk
suatu negara perlu dikaji sisi ekonominya secara baik.

2. PASAR YANKES (HEALTH MARKET)
Mekanisme pasar untuk jasa kesehatan jauh berbeda
dengan mekanisme pasar lainnya. Konsumen yankes
agak sulit menentukan pilihan atau mengukur apakah
produk yang dibayarkan atau dibeli itu memang
benar-benar diperlukan, apakah pemeriksaan dengan
alat tertentu memang benar-benar diperlukan dll.

EKONOMI: OIKU dan NOMOS
yaitu: Aturan-aturan dalam rumah tangga

Bagaimanakah cara menggunakan pendapatan atau sumber daya tertentu agar dapat memberikan kepuasan maksimum kepada seseorang/masyarakat.

Bagaimana cara meminimumkan penggunaan pendapatan atau sumber daya untuk mencapai suatu tingkat kepuasan tertentu

ILMU EKONOMI:

Ilmu yang mempelajari bagaimana seseorang/masyarakat membuat pilihan dengan atau tanpa uang, pada sumber daya yang terbatas tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa serta mendistribusikannya untuk keperluan konsumsi sekarang dan masa datang kepada berbagai orang/masyarakat

ILMU EKONOMI:
Menganalisa biaya, keuntungan dan memperbaiki corak penggunaan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi keinginan(kebutuhan) manusia yang tidak terbatas.
ILMU EKONOMI KESEHATAN
Merupakan integrasi 2 cabang ilmu yang sudah mapan yaitu Ilmu Ekonomi dan Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Ada 2 alasan yang mendasari kehadiran ilmu Ekonomi yaitu:
1.Adanya keterbatasan/kelangkaan(scarcity) sumber
daya yang tersedia
2.Kebutuhan dan keinginan (needs and wants) manusia
yang tidak terbatas dan dalam proses pilihan harus
dilakukan berdasarkan preference.

APLIKASI ILMU EKONOMI:

1.Deskriptif (Positive Economic)

Mempelajari bagaimana komoditi diproduksi, didistribusikan, dikonsumsi dalam keterbatasan sumberdaya. Lebih memusatkan perhatian pada apa yang sedang, sudah dan akan terjadi.

Contoh:
*Jika tingkat harga naik maka jumlah barang yang
diminta akan turun.
*Kebijakan pemerintah apa yang akan mencegah inflasi. 3.Kebijakan pemerintah yang bagaimana akan
mengurangi pengangguran

2.Preskriptif (Normative Economic)
Mempelajari bagaimana menentukan apa yang seharusnya terjadi. Contoh:
Apakah kita harus lebih menaruh perhatian pada pengangguran dari pada inflasi

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

adalah ilmu dan seni untuk pencegahan penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan derajat kesehatan dan mutu hidup
Upaya yang dilakukan:
1.Penyehatan lingkungan
2.Pencegahan dan pemberantasan penyakit
3.Pendidikan kesehatan masyarakat
4.Pengorganisasian pelayanan kesehatan
5.Pegembangan organisasi sosial untuk menjamin standar
hidup untuk mencapai hidup sehat dan umur panjang.

ILMU EKONOMI KESEHATAN :
KLARMAN 1964:
Penerapan ilmu ekonomi dalam bidang kesehatan (aplikasi teori. Konsep dan teknik ilmu ekonomi dalam bidang kesehatan)
PPEKI, 1989:
Penerapan ilmu ekonomi dalam upaya kesehatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.
Sesuai dengan batasan tersebut, Ilmu Ekonomi Kesehatan membahas tentang:
1. Alokasi sumber daya dari berbagai program kesehatan
2. Besar sumber daya yang dipergunakan dalam pelayan-
ankesehatan.
3. Pengorganisasian dan pembiayan institusi kesehatan
terkait pelayanan langsung dan institusi penunjang
4. Efisiensi dan efektifivitas sumberdaya kesehatan
5. Efek pelayanan preventif, kuratif dan rehabilitatif
terhadap kesehatan penduduk

RUANG LINGKUP ILMU EKONOMI KESEHATAN A.KAJIAN EKONOMI MAKRO (MACRO ECONOMIC)
Menelaah sektor ekonomi secara makro/menyeluruh (global) serta hubungannya secara timbal balik dengan sektor lain, menganalisa pengaruh kebijakan dan implementasi pembangunan sektor lain terhadap kesehatan.Contoh:
1.Hubungan adanya bendungan Aswan di Mesir dengan
kejadian penyakit schistosomiasis
2.Pengaruh pembukaan hutan dengan kejadian Malaria
di Brazil
3.Kegiatan Industri Newmont dengan keracunan mercuri
4.Dampak krisis ekonomi terhadap kesehatan dan gizi
5.Kecendrungan pembiayaan kesehatan dengan
perkembangan ekonomi suatu negara
6.Pengaruh kebijakan moneter dan fiskal terhadap
kecukupan biaya kesehatan
7.Peningkatan sektor transportasi dengan kematian
akibat kecelakaan.

RUANG LINGKUP ILMU EKONOMI KESEHATAN A.KAJIAN EKONOMI MIKRO (MICRO ECONOMIC)
Menelaah aspek produksi (suply), konsumsi (demand/utilisasi) pelayanan kesehatan.
ASPEK PRODUKSI (Suply) contoh:
1.Menelaah biaya dari berbagai input program kesehatan
seperti sarana gedung, alat kesehatan dan tenaga
kesehatan.
2.Analisis pembiayaan dari berbagai alternatif program
yang dapat memberikan gambaran tentang Cost
Efficiency,Cost Efectiveness dan Cost Utilization.
3.Menelaah aspek pembiayaan secara keseluruhan
contoh: sumber pembiayaan kesehatan dari:
pemerintah, swasta, out of pocket,
berapa besarnya, kecendrungannya dan sistem
mobilisasi pembayaan kesehatan (asuransi, grant, pajak dll).
ASPEK KONSUMSI (Demand) : Menelaah pola penggunaan pelayanan kesehatan dan diferensiasinya menurut fasilitas, strata pendidikan, urban-rural, kelompok umur, pekerjaan. Bagaimana pengaruh tarif, subsidi, asuransi, pendapatan terhadap pola konsumsi yankes.

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU EKONOMI KESEHATAN
1.Sir Williams Petty (Ahly Statistik dan Ekonom Ingris
1623-1687) mengkaji dan mengukur nilai kehidupan
manusia dikaitkan dengan produksi dalam wabah
penyakit kholera di London.
2.Chadwick (ahli ekonom Inggris 1862) berpendapat
perbaikan sanitasi sesuatu investasi yang bermakna
daripada membayar Rumah Sakit untuk mengobati
orang sakit
3.Van Dine (Ekonom Amerika Serikat 1916) Penurunan
produksi pertanian akibat serangan malaria di
Lousiana, Amerika Serikat.
4.Sinton ( India, 1935-1936) Kerugian ekonomi akibat
penyakit malaria yang berakibat kematian dan
kecacatan.
5.Russel dan Menon (1942) Dampak penyakit malaria
terhadap suply tenaga kerja dan pendapatan mereka di
beberapa kelompok orang Indian, Amerika Serikat.
6.Ilmu Ekonomi Kesehatan sebagai suatu disiplin ilmu
mulai diakui tahun 1950 di Amerika Serikat dan tahun
1960 di Inggris.
7.Indonesia pada era tahun 1970-an yang dimotori oleh
tokoh-tokoh litbangkes mulai menerapkan teori Ilmu
Ekonomi dibidang kesehatan.

ILMU EKONOMI KESEHATAN

Karakteristik/Ciri-Ciri
Pelayanan Kesehatan

Oleh Denas Symond
Hand out: MK Ilmu Ekonomi Kesehatan
Prodi S-1 Keperawatan
Fakultas Kesehatan MIPA UMSB

CIRI-CIRI KHUSUS SEKTOR KESEHATAN
Asumsi tertentu pada ilmu ekonomi tidak seluruhnya berlaku apabila teori tersebut diterapkan pada sektor kesehatan.

Ciri-ciri pelayanan kesehatan:

1.Kejadian penyakit yang tidak bisa diduga: sulit
seseorang menduga kapan seseorang jatuh
sakit dan jenis penyakit yang dideritanya dan
pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya.
Adanya ketidakpastian (uncertainty) dan
kapan mendapat resiko (Risk)

2.Ketidaktahuan Konsumer (Consumer Ignorance):
Konsumer sangat tergantung pada pemberi pelayanan
(provider) dan providerlah yang menentukan
jenis/volume pelayanan yang perlu dikonsumsi oleh
konsumer
3.Pengaruh Dampak Ekternal (External effect)
Dampak positif atau negatif yang dialami orang lain
sebagai akibat dari perilaku seseorang.Imunisasi
memberi dampak makin kecilnya resiko sakit bagi
orang lain sedangkan bagi yang diimunisasi dapat
memutuskan mata rantai penularan.
4.Sehat dan pelayanan kesehatan sebagai hak
Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia dan
harus diusahakan untuk dipenuhi.Konsekuensinya
distribusi yankes dilakukan atas dasar kebutuhan
bukan demand ( kemampuan membayar).

5.Demand terhadap pelayanan kesehatan berbeda dengan demand bidang ekonomi disebabkan oleh:
*Pada dasarnya orang tidak menyukai pelayanan
kesehatan berbeda dengan pakaian, rumah, mobil.
Yang diharapkan konsumen dalam pelayanan
kesehatan adalah cepat sehat.
*Konsumer pelayanan kesehatan berada dalam posisi
lemah dan sangat ditentukan oleh pemberi yankes.
*Demand yang terjadi bukan keputusan konsumer
walaupun memutuskan dimana mau berobat tapi
tidak bisa memutuskan jenis perawatan/pengobatan
untuknya.
6.Padat Karya. Organisasi Pelayanan Kesehatan porsi
yang terbesar adalah jasa bisa 40-60% jasa dari berba gai Nakes dan alat medis.Lihat untuk 1 jenis operasi
banyak dokter ahli dan paramedis lain yang terlibat.

7.Mix Output: Konsumer yang mendapatkan pelayanan
kesehatan mendapatkan serangkaian pelayanan
kesehatan mulai dari Diagnosis, Pemeriksaan
Laboratorium, Pengobatan(terapi),perawatan,
konsultasi dan paket pelayanan berbeda satu sama
lainnya tergantung jenis penyakit.
8.Kesehatan sebagai konsumsi dan investasi: Dalam
jangka pendek kesehatan merupakan konsumsi: biaya
pencegahan, biaya pengobatan (butuh obat, vitamin,
pergi kedokter, konsultasi). Jangka panjang bila sehat
maka akan menjadi investasi yaitu sehat dihari tua dan
tidak membebani orang lain dan negara.
9.Pembatasan Berkompetisi (Restriksi Competition):
Mekanisme pasar dalam Yankes tidak seperti bebas
dalam ekonomi karena di kesehatan sulit mendapatkan
diskount atau bonus.

PENERAPAN ILMU EKONOMI KESEHATAN

Penerapan ilmu ekonomi dibidang kesehatan tidak bisa bertujuan Profit Maximization semata
melainkan harus juga mempertimbangkan Equity atau unsur pemerataan.Hal inilah yang membedakan Ilmu Ekonomi murni dengan Ilmu
Ekonomi Kesehatan.
Untuk itu dalam penerapan ilmu ekonomi kese-
hatan diperlukan Analisis Biaya Pelayanan
Institusi Kesehatan yang mengkaji tarif yang layak, besarnya subsidi yang harus diberikan, biaya yang harus dihilangkan/diperkecil, dll.

Rujukan dan Baca:

Buku Ekokes untuk Developing Countries, Depkes.

1.Bab IV Pemeliharaan Kesehatan:

Pemerintah Versus Mekanisme Pasar (p:36-53)

2.Bab V. Demand, Supply dan Sistem Harga(p:54-6

EKONOMI KESEHATAN

1.Review Mata Kuliah minggu lalu
2.Teori Permintaan (demand) dan
Penawaran (supply)
3.Tingkah Laku konsumen (consumer
behaviour)

Oleh Denas Symond
Hand out: MK Manajemen Pelayanan Kesehatan
Mhs.S1 Keperawatan UMSB

Pasar (Market): Interaksi yang terorganisir antara pembeli dan penjual yang memungkinkan mereka untuk melakukan perdagangan atau pertukaran (jual beli/trade off).
Kebaikan Mekanisme Pasar:
1.Pasar memberikan informasi yang lebih tepat
2.Pasar memberikan perangsang kepada
pengusaha untuk mengembangkan kegiatan.
3.Pasar memberikan perangsang untuk
memperoleh keahlian modern.
4.Pasar menggalakkan penggunaan barang dan
produksi secara efisien.
5.Pasar memberikan kebebasan tinggi pada
masyarakat untuk melakukan kegiatan
ekonomi

Keburukan mekanisme pasar:
1.Kebebasan: menindas minoritas (ancaman
terhadap pemerataan)
2.Kegiatan ekononomi tidak stabil.
3.Adanya kekuatan monopoli yang merugikan.
4.Tidak dapat menyediakan beberapa jenis
barang secara efisien.
5.Pengaruh externalitas yang buru (keuntungan
pribadi kontra keuntungan sosial).

Sistem ekonomi tidak perlu pasar:
1.Unit keluarga yang memenuhi kebutuhan
mandiri.
2.Sistem ekonomi komando yaitu keputusan
produksi dan distribusi barang oleh pemerintah

Sistem Pasar suatu negara dipengaruhi oleh latar belakang sistem suatu negara:
1.Kapitalis, Sosialis, Komunis dll
2.Liberal, Demokratis, Sentalistik

Jenis pasar: Pasar tradisional, pasar domestik, pasar internasional.
Kondisi pasar suatu negara: ketergantungan pada negara lain terkait sumberdaya, teknologi, bahan baku
Perdagangan terjadi pergeseran dari tenaga kasar menjadi penjual jasa.
Mata uang suatu negara merupakan alat tukar (medium of change)

Pasar Bebas (persaingan sempurna):
1.Adanya sejumlah besar pembeli dan penjual yang
masing-masing cukup kecil bila dibandingkan dengan
jumlah keseluruhan sehingga tidak dapat mengendalikan
harga.
2.Tidak ada hambatan (restriksi) untuk memasuki pasar
sehingga produsen maupun konsumen secara bebas
dapat masuk atau keluar.
3.Tidak ada peraturan ekonomi yang dapat memberi
keuntungan pada produsen besar sehingga mengarah
pada monopoli
4.Tidak ada perbedaan produk dan kualitas sama
5.Tidak ada dampak keluar/limpahan dari proses produksi
dan dari pemakaian barang tersebut.
6.Konsumen well informed tentang komoditi yang akan
dikonsumsi.

Pasar Pelayanan Kesehatan:
1.Dokter/paramedis menyediakan bermacam
jasa: diagnosa, memberikan resep dan
melakukan bedah jantung.
2.RSU bertindak sebagai penjual: perawatan
pasien, pemeriksaan labor
3.Individu/masyarakat adalah konsumen yang
membeli perawatan (pemeriksaan fisik,
perawatan dll).

Titik pusat dari pasar adalah mekanisme harga, dimana dari sudut demand, harga adalah ukuran tentang berapa besar pendapat (income) yang perlu dikorbankan sesorang untuk mendapatkan barang yang diinginkan.

Permintaan

Permintaan (Demand)

jumlah barang dan jasa yang akan dibeli oleh konsumen yang mau dan mampu membeli barang dan jasa tersebut pada tingkat harga tertentu dan pada periode waktu tertentu.
Hukum permintaan

Hubungan terbalik antara jumlah barang yang diminta dan harga. Jika terjadi kenaikan harga maka akan diikuti dengan penurunan jumlah barang yang diminta (Ceteris paribus)
Kurva permintaan

kurva yang menggambarkan hubungan antara jumlah barang yang diminta (Q) dan harga barang tersebut (P).
Skedul permintaan

table yang memberi gambar-an dalam angka-angka tentang keterkaitan anta-ra harga dan jumlah barang yang diminta masy.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan selain Harga:
1.Pendapatan rata-rata konsumen
2.Besarnya pasar (jumlah populasi)
3.Harga dan tersedianya barang
4.Selera dan preference konsumen
5.Faktor khusus (musim hujan payung laris)
Perubahan permintaan (change in demand)

perubahan jumlah barang yang diminta akibat perubahan harga barang itu sendiri.
Pergeseran permintaan (shift in demand)

perubahan jumlah barang yang diminta akibat perubahan faktor lain selian harga barang tersebut (pergeseran mengandung arti lebih banyak produk dibeli pada setiap harga)

Penawaran (Supply)

Penawaran (Supply)

jumlah barang yang akan diproduksi dan dijual oleh produsen
Hukum Penawaran

makin tinggi harga suatu barang maka makin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen, sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin sedikit jumlah barang tersebut ditawarkan.

Kurva penawaran

kurva yang menggambarkan hubungan antara jumlah yang ditawarkan (Q) dengan harga barang tersebut (P).
Skedul Penawaran

Tabel yang memberi gambaran dalam angka-angka tentang keterkaitan antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan produsen.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran:
1.Biaya produksi
2.Harga barang yang berkaitan
3.Organisasi pasar
4.Faktor-faktor khusus.


Equilibrium: terjadi pada tingkat harga dan jumlah dimana kekuatan yang bertemu di pasar berada dalam keadaan seimbang (jumlah yang diminta = jumlah yang ditawarkan)
Kurva Permintaan

pada umumnya menurun dari kiri atas ke kanan bawah, hal ini karena sifat keterkaitan antara harga dan jumlah yang diminta, yaitu mempunyai sifat hubungan yang terbalik. Jika harga naik maka permintaan turun.
Kurva Penawaran

menurun dari kanan atas ke kiri bawah, hal ini karena terdapat keterkaitan yang positif antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan, yaitu makin tinggi harga makin banyak jumlah yang ditawarkan.

Elastisitas:

adalah mengukur seberapa besar responsif perubahan jumlah barang akibat perubahan harga.
Jenis-Jenis Elastisitas:
1.Elastisitas Demand: besarnya % perubahan jumlah barang yang diminta (Qd) sebagai proporsi dari % perubahan harga (P)
Nilai dari hasil perbandingan ini merupakan Koefisien Elastisitas yaitu nilai E berkisar dari 0 s/d tidak terhingga.
Jenis elastisitas demand:
a. E > 1 = Elastis perubahan harga sebesar 1% menyebabkan jumlah yang diminta berubah >1%
b. E <1>

c. .E=1 = Unitary Elastis yaitu perubahan harga sebesar 1% menyebabkan jumlah yang diminta berubah =1%.

d E = 0 In-elastis sempurna yaitu perubahan harga tidak akan merubah jumlah yang diminta.
e.E = ~ Elastis sempurna yaitu pada tingkat harga tertentu jumlah barang yang diminta bervariasi. Penjual hanya satu (monopoli) sehingga dapat menentukan harga, sedang jumlah yang diminta tergantung pada kemampuan membelinya.

Dalam Yankes permintaan tergantung pada sifat Urgensinya:
- Emergency : penyakit jantung mendadak, apendik dll.
- Non emergency
- Elective yaitu yankes yang bisa diatur saat pelaksanaannya seperti bedah kosmetik.

Manfaat dari konsep Elastisitas Demand:
-Dapat diketahui pengaruh dari kenaikan harga terhadap utilisasi yankes.
- RSU dapat diprediksi adanya perubahan jumlah kunjungan ke poli rawat jalan atau BOR akan naik atau turun akibat adanya perubahan tarif.
2.Elastisitas Suplay: % perubahan jumlah barang yang dipasok (Qs) sebagai proporsi dari % perubahan harga (P).
Elastisitas Suplay tergantung pada mudah/tidaknya komoditi yang ditawarkan dapat diproduksi.
3.Elastisitas Pendapatan dari Demand: mengukur perubahan jumlah barang yang diminta (Qd) yang disebabkan karena perubahan pendapatan (Y).
4.Cross-Elastisitas dari Demand: mengukur reaksi jumlah barang A yang diminta (Qd) yang disebabkan karena perubahan harga dari barang (Pb). Terkait apakah Barang substitusi/komplementer.

Contoh: in-elastis: pelayanan gawat darurat, kasus emergency
Elastis: luxuary: bedahj kosmetik untuk kecantikan
Unitary Elastis: pelayanan rawat jalan, perawatan caries gigi.
Faktor-fakto yang mempengaruhi Elastisitas Demand:
1. Jenis Barang
a.Pada barang yang banyak amemiliki barang pengganti(substitusi) makan demand menjadi elastis, kerana konsumer memilki pilihan lain dengan harga yang lebih murah.
B.Jika tidak banyak barnag pengganti maka demand bersifat in-elastis
2.Persentase pendapatan yang dibelanjakan:
A.jika % pendapatan yang dibelanjakan rendah, adanya kenaikan harga hanya mempengaruhi sedikit kuantitas.

B.Jika % pendapatan yang dibelanjakan tinggi, adanya
kenaikan harga mempengaruhi cukup banyak kuantitas.

3.Jangka waktu analisis
A.Makin lama analisis, makin elastis, sedangkan makin
pendek waktu analisis makin in-elastis.
B.Jika jangka waktu pendek, konsumen belum sempat
membandingkan satu produk dengan produk yang lain
sehingga belum pindah ke produk lain.
C.Jika waktu panjang, konsumen sudah dapat memban-
dingkan suatu produk dengan produk yang lain.

Rujukan dan Baca:

Buku Ekokes untuk Developing Countries, Depkes.

1.Bab IV Pemeliharaan Kesehatan:

Pemerintah Versus Mekanisme Pasar (p:36-53)

2.Bab V. Demand, Supply dan Sistem Harga(p:54-68)

EKONOMI KESEHATAN

1.Review Mata Kuliah minggu lalu
2.Analisis Biaya (Cost Analysis)
Contoh Kasus Analisis Biaya Puskesmas

Oleh Denas Symond
Hand out: MK Manajemen Pelayanan Kesehatan
Mhs.S1 Keperawatan UMSB

Analisis Biaya Puskesmas:

adalah suatu kegiatan menghitung biaya puskesmas untuk berbagai jenis pelayanan yang ditawarkan, baik secara total maupun per unit (per-pasien) dengan cara menghitung seluruh biaya pada seluruh unit (pusat biaya) serta mendistribusikan keunit-unit produksi yang kemudian dibayar oleh pasien.

Tujuan umum kegiatan Analisis Biaya Puskesmas:
untuk mendapatkan informasi mengenai biaya total dan biaya satuan di Puskesmas, Pustu, Bidan di Desa.
Tujuan Khusus:
1.Mendapatkan gambaran mengenai unit/bagian yang merupakan pusat biaya (cost center) dan pusat pendapatan (Revenue Center).

Tujuan Khusus:
2.Mendapatkan gambaran biaya pada tiap unit/kegiatan pokok, baik biaya tetap (biaya investasi) maupun biaya variabel (biaya operasional) dan biaya pemeliharaan (biaya maintainance).
3,Mendapatkan gambaran pendapatan Puskesmas, baik bersumber dari pemerintah maupun bersumber pendapatan retribusi (revenue)
4.Mendapatkan gambaran biaya satuan pelayanan Puskesmas (BP (kuratif), KIA. KB, Imunisasi, Rawat Inap untuk puskesmas dengan tempat tidur, dll).
Biaya Satuan (Unit cost) adalah biaya yang dihitung untuk 1 satuan produk pelayanan (informasi yang menggambarkan besarnya biaya setiap pelayanan setiap pasien yang mendapatkan yankes. UC =TC/Q

L- 3:Identifikasi komponen biaya investasi (modal) dan biaya opresaional Puskesmas selama 1 tahun anggaran yang telah ditetapkan. Sebagai alat bantu digunakan instrumen pengumpulan data biaya puskesmas. Biaya investasi adalah biaya pemebleian alat/barang yang digunakan lebih dari 1 tahun. Biaya investasi tersebut juga biaya tetap. Penghitungan biaya tatep yang disetahunkan (dihitung biaya tersebut dalam waktu 1 tahun) harus mempertimbangkan harga beli, masa pakai dan umur barang saat itu. Perhitungannya:
AFC = IIC (1 + ) t
L
AFC = Annualized Fixed Cost (Biaya yg disetahunkan)
IIC = Initialized Investment Cost (Harga beli awal)
= Laju inflasi t = masa pakai
L = life time (perkiraan masa pakai/umur layak pakai)

Untuk biaya operasional dihitung pengeluaran Puskesmas selama 1 tahun operasional untuk berbagai pengekuaran seperti: gaji, pemeliharaan, beli obat, makan pasien dll.
Ada 2 pendekatan penghitungan:
1.Perhitungan Full Cost: menghitung seluruh komponen AFC dan biaya operasional puskesmas.
2.Perhitungan Direct Cost: menghitung biaya tanpa AFC dan gaji PNS dengan catatan honor, insentif, jasa medik tetap dihitung.
L- 4: Mengalokasikan biaya-biaya tetap dan biaya operasional pada pusat biaya pendukung/unit penunjang dan unit produksi (pusat pelayanan). Tahap ini merupakan alokasi tahap pertama dimana asumsi yang dipakai sebagai dasar apembobotan adalah:

L- 5 : Dilakukan pengalokasian biaya dari pusat-pusat biaya penunjang (administrasi) ke pusat pelayanan/program dengan dasar asumsi menggunkan bobot aktifitas Puskesmas bersangkutan diwakili oleh bobot pengeluaran untuk obat dan gaji pada masing-masing unit produksi.
L- 6 : Dilakukan pengumpulan informasi biaya untuk setiap unit pelayanan di Puskesmas sehingga diperoleh data biaya total tiap unit produksi
L- 7 : Dilakukan perhitungan biaya satuan untuk setiap pelayanan dan penghasilan total yang diperoleh puskesmas dari pelayanan unit tersebut,

EKONOMI KESEHATAN

1.Review Mata Kuliah minggu lalu
2.Latihan Menghitung Biaya (Cost Analysis)
Contoh Kasus Analisis Biaya Rumah Sakit

Oleh Denas Symond
Hand out: MK Manajemen Pelayanan Kesehatan
Mhs.S1 Keperawatan UMSB

Latihan Ekonomi Kesehatan:
1.Dalam identifikasi komponen biaya di suatu Rumah Sakit
- komponen biaya apa saja yang sulit diidentifikasi ?
- Mengapa demikian dan bagaimana solusinya ?
2.Jelaskan klasifikasi biaya berikut dan berikan contoh:
- Fixed cost (biaya tetap)
- Variabel cost (biaya tidak tetap)
- Semi variabel cost (biaya semi variabel)
- Total cost (biaya total)
3. Jelaskan konsep biaya berdasarkan fungsi dan contoh:
- Biaya investasi
- Biaya Biaya operasional
- Biaya pemeliharaan
4. Jelaskan langkah-langkah analisis biaya RS/Puskesmas

5.Menghitung biaya investasi:
Luas gedung 130 m2 dibangun tahun 1993 dengan biaya Rp.600.000/m2.Selasar didepan poli seluas 40 m2.Usia gedung adalah 40 tahun. Laju inflasi rata-rata 9%. AFC alat-alat medis di Poli untuk tahun 1997 adalah Rp.4.000.000 sedangkan AFC alat non medis Rp.2.300.000. Diketahui biaya operasional per pasien (gaji, obat, bahan dll) adalah Rp.2,750/kasus. Tarif perda poli tersebut adalah Rp.5,000/kunjungan lama dan Rp.6,000/kunjungan baru.
Soalan: Hitung biaya investasi tahun 1997 ?

6. Menghitung biaya satuan rawat inap
Rawat inap kjelas 3 100 TT dengan BOR 60%.Luas gedung 450 m2 dibangun tahun 1992. Biaya kontruksi Rp.700.000/m2 dan masa pakai gedung 40 tahun. AFC alat-alat tahun 1996 sebesar Rp.7.000.000. Biaya operasional di bangsal tersebut setelah dilakukan distribusi ganda adalah Rp.130.000.000 (termasuk gaji, makan, obat, air, listrik dll)
Soalan: 1. Hitung biaya satuan actual
2.Hitung biaya satuan normatif.

7. Menghitung biaya satuan
RS Sayang Ibu pada bulan Mei 1995 membeli perangkat Alat Rontgen (X-ray) untuk UGD seharga Rp.150 juta.Menurut buku pedoman dari pabrik, alat tersebut dapat dipakai untuk 10 tahun. Laju inflasi 8% pertahun untuk periode 1995/2000.
Pengeluaran biaya selama ini sampai bulan April 2001 adalah sbb.:
-Biaya gaji dan honor Rp.8.500.000
-Biaya operasional (ATK, film, listerik, reagen dll) Rp.18,500,000
Kapasitas pemakaian alat adalah 4500 kali pertahun. Selam tahun 2000 telah digunakan sebanyak 3,588 kali dengan tarif Rp.25.000
Soalan:
1.Berapa besar biaya investasi X-ray untuk tahun 2000 ?
2.Berapa total cost selama tahun 2000 ?
3.Berapa ,unit cost actual dan unit cost normatif sekali pakai dengan asumsi pemakaian 1 buah film adalah sama

Rujukan dan Baca:

Buku Ekokes untuk Developing Countries, Depkes.

1.Bab IV Pemeliharaan Kesehatan:

Pemerintah Versus Mekanisme Pasar (p:36-53)

2.Bab V. Demand, Supply dan Sistem Harga(p:54-68)

EKONOMI KESEHATAN
KARAKTERISTIK INDUSTRI
KESEHATAN

Oleh Denas Symond
Hand out: Manajemen Pelayanan Kesehatan
Mhs.S1 Keperawatan UMB

PASAR PELAYANAN KESEHATAN
Pasar: interaksi penjual (produsen) dan pembeli (konsumen) untuk memperjualbelikan komoditi (barang/jasa)
Dibidang Kesehatan:
Penjual(Produsen):Dokter/Nakes/RS/Klinik: menyediakan berbagai macam jasa: Diagnose,Labor/rontgen, pemeriksaan, perawatan pasien
Pembeli (konsumen:individu,masy):membeli pemeriksaan fisik, perawata, pengobatan.
Bagaimana pasar yankes di Indonesia ?
Ekonomi pasar global: suatu sistemekonomi dimana variabel yang menentukan harga bergerak bebas terhadap permintaan konsumen dan mendoron efisiensi dalam pemakaian sumberdaya: tenaga, modal untuk kepentingan produksi untuk mendapatkan keuntungan.

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA (PASAR BEBAS):
1.Adanya sejumlah pembeli dan penjual yang masing-
masing cukup kecil bila dibandingkan dengan jumlah
keseluruhan sehingga tidak dapat mengendalikan harga.
2.Tidak ada hambatan untuk memasuki pasar sehingga
produsen maupun konsumen secara bebas dapat masuk
dan keluar pasar.
3.Tidak ada peraturan ekonomi yang dapat memberi
keuntungan pada produsen besar sehingga mengarah
pada monopoli
4.Tidak ada perbedaan produk dan kualitas sama
5.Tidak ada dampak limpahan dari proses produksi dan
dari pemakaian barang tersebut
6.Konsumen well informed tentang komoditi yang akan
dikonsumsi

Rendahnya alokasi anggaran kesehatan disebabkan:
1.Pemerintah tidak punya dana
2.Sektor kesehatan dianggap sektor konsumtif
3.Penentu kebijakan melihat sektor kesehatan merupakan
sektor dependen, apabila ekonomi baik maka kes. Baik
4.Penentu kebijakan dan politisi tidak yakin dana yg
dialokasikan ke kes digunakan untuk kes secara optimal
5.Profesional kes. belum mampu melakukan advokasi
dengan baik kepada politisi dan penentu kebijakan agar
mendapatkan anggaran kesehatan yang memadai.

Untuk mendapatkan anggaran yang memadai Dinkes Kab/Kota harus mampu melakukan mobilisasi dana dan memahami konsep P2KT.

Strategi Pembiayaan Kesehatan yang harus ditempuh:
1.Integrasi dan Desentralisasi Anggaran
2.Penggalian dana kesehatan bersumber: Asuransi, JPKM
3.Pola tarif
4.Subsidi kesehatan untuk pendd.miskin (PKPSBBM)

Dinas Kes.Kab/Kota dalam bertugas berorientasi pada:
1.Public good pelayanan kesehatan
2.Private good pelayanan kesehatan oleh fihak ketiga/ind.
3.Jaminan pembiayaan kesehatan untuk Gakin.
4.Penyiapan: regulasi,Kontrol,Mnev,Standar.

Rujukan dan Baca:

Buku Ekokes untuk Developing Countries, Depkes.

1.Bab IV Pemeliharaan Kesehatan:

Pemerintah Versus Mekanisme Pasar (p:36-53)

2.Bab V. Demand, Supply dan Sistem Harga(p:54-68)

TEKNIK-TEKNIK EVALUASI EKONOMI:

  1. Definisi dan cara-cara Evaluasi Ekonomi
  2. Langkah-langkah dalam evaluasi ekonomi
  3. Masalah-masalah dalam Evaluasi Ekonomi
  4. Kelebihan-kelebihan evaluasi ekonomi
  5. Sepuluh pertanyaan untuk suatu penelitian

Oleh Denas Symond
Hand out: Manajemen Pelayanan Kesehatan
Mhs.S1 Keperawatan UMB

I.DEFINISI DAN CARA-CARA EVALUASI EKONOMI:

q Definisi :Evaluasi ekonomi adalah suatu analisis secara kuantitatif dari apa yang diinginkan oleh masyarakat dalam melakukan investasi pada beberapa alternatif program yang keinginan tersebut dinilai dari segi biaya dan konsekuensi.

KONSEKUENSI diartikan sebagai hasil positif atau manfaat dari suatu intervensi program.

Evaluasi ekonomi mencoba untuk menjawab:

  1. Apakah ada kemungkinan penggunaan sumber daya yang terbatas dengan cara yang lebih baik?
  2. Apakah anggaran yang ada telah digunakan sesuai dengan tujuan ?

:

q ANALISIS MINIMINASI BIAYA: (2)Perlu adanya suatu studi peidemiologi sebelumnya yang menunjukkan bahwa 2 ataulebih intervensi terhadap suatu kegiatan menghasilkan suatu luaran (out-put) yang sama (2) Teknik ini menentukan intervensi mana yang lebih murah biayanya.

q ANALISIS EFEKTIFITAS BIAYA: (1) Mencari cara (intervensi) yang paling menguntungkan dalam mencapai suatu tujuan tertentu dengan cara membandingkan hasil suatu kegiatan dengan biayanya (2) Mengevaluasi salah satu dari hal berikut: (a) Intervensi yang dapat mencapai suatu hasil yang telah ditargetkan dalam pembangunan kesehatan dengan biaya paling rendah (b) Intrevensi mana yang dapat mencapai hasilpaling menguntungkan dengan alokasi biaya yang telah ditentukan dengan satuan besar biaya per unit luaran.

q ANALISIS BIAYA MANFAAT: (1) Teknik ini menilai baik manfaat maupun biaya dari suatu program dan menetapkan apakah program itu menguntungkan atau tidak (2) Bila manfaat dibagi biaya (benefit cost ratio) lebih besar dari angka 1 maka program tersebut bermanfaat.

q ANALISIS BIAYA KEGUNAAN:(1) Teknik ini hampir sama dengan teknik efektifitas namun faedah dan manfaat program ikut dinilai berkaitan dengan utility (dinilai peningkatan kualitas(mutu) akibat dari program tersebut (2) Ditekankan pada menekan biaya atau memperbesar hasil (3) Hasilnya dinyatakan dalam biaya per quality adjusted life year (QALY) atau QALY/unit uang (Rp/$)

LANGKAH-LANGKAH EVALUASI EKONOMI:

  1. Pengitungan Biaya dan Konsekuensinya
  2. Penilaian Biaya dan Konsekuensinya
  3. Penyesuaian Biaya dan konsekuensi untuk

waktu yang berbeda

  1. Analisis Inkremental
  2. Analisis Sensitivitas

III.MASALAH-MASALAH EVALUASI EKONOMI:

  1. Tidak lengkapnya informasi/data
  2. Pemanfaatan oleh pasien tergantung dari

penerimaan/persepsi pasien

  1. Sulit mendapatkan data

IV.KELEBIHAN SETIAP EVALUASI EKONOMI

1.Tergantung tujuan penelitian

2.Tergantung pada: (1)Jumlah sumber daya tersedia (2) Peng-

gunaan teknologi/cara-cara yang dipakai (3) waktu yang

tersedia.

V.10 PERTANYAAN UNTUK SUATU PENELITIAN

  1. Apakah suatu pertanyaan telah dibatasi dalam suatu format jawaban.
  1. Apakah sdh ada suatu deskripsi yang komprehensif untuk penetuan pilihan
  1. Apakah efektifitas program telah terjadi
  1. Apakah semua yang menyangkut biaya dan konsekuensinya

untuk setiap pilihan telah dapat diketahui

  1. Apakah segi biaya dan konsekuensinya telah diukur secara tepat dengan menggunakan satuan fisikyang sesuai.
  2. Apakah biaya dan konsekuensinya telah dinilai dengan baik
  3. Apakah biaya dan berbagai konsekuensi telah disesuaikan

untuk waktu yang berbeda-beda.

  1. Apakah suatu analisis inkremental terhadap biaya dan kon-

sekuensi telah dilakukan dalam penentuan pilihan

  1. Apakah suatu analisis sensitivitas telah dilaksanakan
  1. Dalam laporan hasil penelitian, apakah presentasi dan diskusi

sudah mencakup semua masalah untuk kepentingan pengguna

3 komentar:

wawan setiawan mengatakan...

terjadinya paradigra pelayanan kesehatan di tunjang dengan terjadinya kolaborasi antara ilmu ekonomi dan ilmu kesehatan serta aspek-aspek penerapan ilmu ekonomi kesehatan masih dipandang sebelah mata oleh pihak yang menyatakan dirinya berasal dari latar belakang pendidikan kesehatan, padahal ilmu ekonomi merasuk ke setiap sendi-sendi berbagai disiplin ilmu, bahkan dalam berbagai aktifitas kehidupan telah menyatu dan menjadi bagian pengetahuan yang tidak bisa dipisahkan.

muhammad iman mengatakan...

Ekonomi kesehatan menjadi barometer yang riil dalam bidang kesehatan. namun kendala yang ada SDM Khusus dibidang Ekonomi Kesehatan yang belum mencukupi serta kolaborasi yang tidak ada antar intern bidang kesehatan itu sendiri. contoh : bagaimana masyarakat akan menempatkan kesehatan sebagai investasi bila mereka sendiri kurang mengetahui serta kebijakan pemerintah yang belum mendukung akan program kesehatan.disisi lain Promosi kesehatan diabaikan oleh DEPKES sendiri

Japrak singo dimejo mengatakan...

punya Buku Ekokes untuk Developing Countries, Depkes. gak ya